Sosialisasi Pengurangan Sampah Plastik: DLH Gencarkan Edukasi Masyarakat
Dalam upaya menekan angka pencemaran lingkungan akibat sampah plastik, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) gencar melakukan sosialisasi pengurangan sampah plastik di berbagai daerah. Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye nasional untuk mendukung program Indonesia Bebas Sampah Plastik Tahun 2030.
Sosialisasi dilakukan melalui kegiatan langsung di sekolah, pasar tradisional, kantor pemerintahan, serta ruang-ruang publik lainnya. DLH mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan mulai beralih ke bahan yang lebih ramah lingkungan, seperti tas kain, tumbler, dan wadah makanan yang bisa dipakai ulang.
“Kesadaran masyarakat masih menjadi kunci utama dalam mengurangi sampah plastik. Oleh karena itu, kami terus memperkuat edukasi agar perubahan perilaku bisa terjadi secara menyeluruh,” ujar Kepala DLH Kota Bandung saat membuka kegiatan sosialisasi di salah satu pusat perbelanjaan. Selain penyuluhan, DLH juga membagikan tas belanja guna ulang secara gratis, serta menggelar workshop daur ulang plastik untuk pelajar dan komunitas lokal. Pemerintah daerah turut menggandeng pelaku usaha agar ikut serta dalam kampanye ini, termasuk dengan menyediakan insentif bagi toko yang menerapkan sistem bebas plastik. Menurut data dari KLHK, Indonesia memproduksi lebih dari 60 juta ton sampah per tahun, dengan sekitar 17% di antaranya merupakan sampah plastik. Dari jumlah tersebut, sebagian besar tidak terkelola dengan baik dan berpotensi mencemari laut, sungai, dan ekosistem lainnya. Dengan semakin meluasnya gerakan sosialisasi ini, DLH berharap masyarakat tidak hanya mengetahui dampak plastik terhadap lingkungan, tetapi juga tergerak untuk mengubah kebiasaan konsumsi dan pengelolaan sampah mereka. “Ini bukan tugas pemerintah saja, tapi tanggung jawab kita bersama,” tambah Kepala DLH. DLH menargetkan seluruh kota dan kabupaten memiliki peraturan daerah tentang pembatasan plastik sekali pakai sebelum tahun 2027 sebagai bagian dari strategi jangka panjang pengelolaan sampah nasional. .